Sekjen PDIP Temui Risma Untuk Bahas Masalah Sistem Pencegahan Korupsi
https://habananggroee.blogspot.com/2016/02/sekjen-pdip-temui-risma-untuk-bahas.html
SKUD - Dalam acara konsolidasi partai di Jawa Timur, Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto secara khusus berdialog dengan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini terkait dengan sistem pencegahan korupsi. Menurut Hasto, korupsi dapat diberantas dengan keteladanan kepemimpinan dan disiplin dalam diri.
"Pencegahan korupsi memerlukan sistem, keteladanan kepemimpinan, disiplin, dan insentif bagi aparat pemerintah. Kebijakan Ibu Risma seperti e-procurement, reformasi birokrasi, penetapan kinerja aparat pemerintah, dan restrukturisasi APBD, merupakan contoh kebijakan antikorupsi," ujar Hasto seusai berdialog dengan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini di kediaman dinas Wali Kota Surabaya, Sabtu malam (20/2).
Hasto juga menegaskan, membangun sistem pencegahan korupsi jika dilakukan terus menerus disertai disiplin, dan keteladanan pemimpinnya akan menjadi kultur pemerintahan yang antikorupsi.
"Sistem dan kultur inilah yang menjadi model bagi seluruh kepala daerah PDIP. Karena itulah dalam sekolah calon kepala daerah, Ibu Risma menjadi guru tetap sekolah tersebut," papar Hasto.
Menurut Hasto, dialognya dengan Risma ini sangat relevan ditengah polemik terkait dengan perubahan UU KPK.
"KPK harus melihat bekerjanya sistem dan kultur pemberantasan korupsi seperti di Kota Surabaya. Pencegahan korupsi inilah yang menjadi tugas terpenting KPK. Sebab KPK tidak bisa berdiri di menara gading pemberantasan korupsi. KPK harus mengedepankan kerjasama dengan seluruh aparat penegak hukum, dan seluruh institusi negara di dalam membangun sistem dan kultur pencegahan korupsi," tegas Hasto.
Karena itulah, perdebatan terkait dengan perubahan UU KPK seharusnya difokuskan pada bagaimana upaya meningkatkan efektivitas pemberantasan korupsi melalui cara-cara sistemik guna mencegah korupsi.
"Pencegahan korupsi memerlukan sistem, keteladanan kepemimpinan, disiplin, dan insentif bagi aparat pemerintah. Kebijakan Ibu Risma seperti e-procurement, reformasi birokrasi, penetapan kinerja aparat pemerintah, dan restrukturisasi APBD, merupakan contoh kebijakan antikorupsi," ujar Hasto seusai berdialog dengan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini di kediaman dinas Wali Kota Surabaya, Sabtu malam (20/2).
Hasto juga menegaskan, membangun sistem pencegahan korupsi jika dilakukan terus menerus disertai disiplin, dan keteladanan pemimpinnya akan menjadi kultur pemerintahan yang antikorupsi.
"Sistem dan kultur inilah yang menjadi model bagi seluruh kepala daerah PDIP. Karena itulah dalam sekolah calon kepala daerah, Ibu Risma menjadi guru tetap sekolah tersebut," papar Hasto.
Menurut Hasto, dialognya dengan Risma ini sangat relevan ditengah polemik terkait dengan perubahan UU KPK.
"KPK harus melihat bekerjanya sistem dan kultur pemberantasan korupsi seperti di Kota Surabaya. Pencegahan korupsi inilah yang menjadi tugas terpenting KPK. Sebab KPK tidak bisa berdiri di menara gading pemberantasan korupsi. KPK harus mengedepankan kerjasama dengan seluruh aparat penegak hukum, dan seluruh institusi negara di dalam membangun sistem dan kultur pencegahan korupsi," tegas Hasto.
Karena itulah, perdebatan terkait dengan perubahan UU KPK seharusnya difokuskan pada bagaimana upaya meningkatkan efektivitas pemberantasan korupsi melalui cara-cara sistemik guna mencegah korupsi.
Sementara dalam sambutannya di acara Rakercab PDIP Surabaya, Hasto mengaku telah menerbitkan buku, yang ditulis oleh Yudi Latif. Dalam buku itu, disebut nama Risma, yang mampu membuat Surabaya menjadi kota yang ijo royo-royo.
"Ada yang menyebut Ibu Risma ini sebagai Bu Giman. Bu Giman adalah 'gila taman.' Ibu Risma juga telah mengubah peradaban, seperti halnya Ibu Megawati (Soekarnoputri) yang selalu bertanya kenapa ada rakyat yang miskin, kenapa ada rakyat yang busung lapar, karena sebenarnya negara kita adalah negara yang kaya raya," kata Hasto dalam pidato sambutannya.
Risma seusai dialog mengatakan, dirinya selalu berkomunikasi dengan bawahannya dan membuka komunikasi langsung dengan membuka grup whatsapp sehingga mengetahui secara langsung apa yang dikerjakan.
"Saya ada grup dengan para camat, lurah dan kepala dinas. Sehingga saya tahu kegiatan mereka," ucap Risma.
Risma mengatakan, pencegahan korupsi memang hal yang lebih penting dilakukan saat ini. Mengakhiri dialog, Hasto menunjukkan buku yang ditulis oleh Yudi Latif berjudul Mata air Keteladanan kepada Risma. Isi buku itu menceritakan kiprah Risma saat memimpin Kota Surabaya.
"Ada yang menyebut Ibu Risma ini sebagai Bu Giman. Bu Giman adalah 'gila taman.' Ibu Risma juga telah mengubah peradaban, seperti halnya Ibu Megawati (Soekarnoputri) yang selalu bertanya kenapa ada rakyat yang miskin, kenapa ada rakyat yang busung lapar, karena sebenarnya negara kita adalah negara yang kaya raya," kata Hasto dalam pidato sambutannya.
Risma seusai dialog mengatakan, dirinya selalu berkomunikasi dengan bawahannya dan membuka komunikasi langsung dengan membuka grup whatsapp sehingga mengetahui secara langsung apa yang dikerjakan.
"Saya ada grup dengan para camat, lurah dan kepala dinas. Sehingga saya tahu kegiatan mereka," ucap Risma.
Risma mengatakan, pencegahan korupsi memang hal yang lebih penting dilakukan saat ini. Mengakhiri dialog, Hasto menunjukkan buku yang ditulis oleh Yudi Latif berjudul Mata air Keteladanan kepada Risma. Isi buku itu menceritakan kiprah Risma saat memimpin Kota Surabaya.



