Balita Asal Abdya Ini Harus Dirawat di RSUZA Karena Terkena Penyakit Cacat Tabung
https://habananggroee.blogspot.com/2016/02/balita-asal-abdya-ini-harus-dirawat-di.html
SKUD,Banda Aceh – Khairatun Nisa, Balita berumur 10 bulan asal Aceh Barat Daya (Abdya) dirawat di Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh, akibat terkena penyakit ensefalokel yang diderita sejak lahir.
Khairatun Nisa, harus melawan penyakit cacat tabung saraf, sehingga membuat cairan di kepalanya keluar melalui lubang di tengkorak. Genangan air matanya menggambarkan betapa rasa sakit yang ditahannya.
Kini, ia dirawat di ruang Seurune 1 ditemani oleh kedua orang tuanya Erlina Wati dan Safril. Amatan wartawan mediaaceh.co, badan bayi ini terlihat begitu kecil, sesekali nafasnya pun seperti sesak ketika bernafas.
Khairatun sudah menjalani perawatan selama 23 hari di RSUZA sejak Januari 2016 lalu. Kini kepalanya sudah mulai terluka dan mengeluarkan bau. “Saya selalu mengkompres bagian luka di kepala khairatun,” kata Ibunya, Erlina Wati, Sabtu 13 Februari 2016.
Kata Erlina Wati, dari hasil tes darah yang diambil dari pihak rumah sakit, trombosit anaknya tidak mencukupi, sehingga tindakan operasi ditunda. Transfusi darah putih dan merah dilakukan untuk menambah trombosit Khairatun.
“Tapi trombositnya nggak pernah naik setiap kali transfusi,” ujarnya.
Khairatun merupakan anak ketiga dari pasangan Erlina Wati dan Safri. Erlina mengandung Khairatun selama sembilan bulan. Sejak lahir berat badan Kharatun Nisa hanya 2,4 kilogram. Ibunya melahirkan di Rumah Sakit Umum Daerah Tengku Peukan di Aceh Barat Daya (Abdya). Sejak lahir, Khairatun sudah terkena penyakitensefalokel.
“Saat berumur satu minggu, ia dirujuk ke RSUZA Banda Aceh. Setelah beberapa hari dirawat, Khairatun kembali ke Abdya karena tindakan medis belum bisa dilakukan,” jelas Erlina.
Untuk saat ini sebelum dilakukan tindakan operasi dari pihak rumah sakit di RSUZA, Khairatun harus menjalani perawatan terlebih dahulu untuk memperbaiki kesehatannya.
Namun disamping itu, keluarga asal Desa Panton Makmur, Kecamatan Manggeng, Kabupaten Abdya ini mengeluhkan soal kondisinya saat ini. Safril ayah Khairatun mengaku sudah mulai resah memikirkan biaya hidup mereka selama berada di Banda Aceh.
Safril adalah seorang petani dan istrinya hanya ibu rumah tangga biasa, “Kalau untuk biaya berobat Khairatun memang sudah ditanggung oleh BPJS, tapi untuk biaya hidup dan membeli segala macam keperluan saat berada di sini sudah makin menipis,” kata Safril pada mediaaceh.co
Ia membutuhkan bantuan sosial untuk meringankan biaya hidup selama di Banda Aceh. Juga untuk biaya lainnya seperti transportasi. Sebelumnya, ia pernah menerima bantuan dari Bupati dan Wakil Bupati Abdya serta Dinas Kesehatan Abdya.
(Mediaaceh.co)



