Di Tuding Gunkan Dana Kampanye Siluman,Tim Risma Membantah


Surabaya- Sekretaris tim pemenangan pasangan inkumbent, Tri Rismaharini-Whisnu Sakti Buana, Adi Sutarwiyono, mengatakan tudingan bahwa timnya menggunakan dana kampanye siluman alias dana kampanye yang tidak jelas merupakan prasangka yang sangat jahat. Tudingan itu juga dianggap diskriminatif dan menghakimi orang yang tidak mampu. “Jadi, itu sikap yang tidak profesional dan tidak benar,” kata Awi, Rabu, 16 Desember 2015.

Wakil Ketua Dewan Pimpinan Cabang PDIP Kota Surabaya ini juga mempersoalkan ligitimasi tudingan tersebut, karena menurut dia yang mempunyai hak dan kewenangan untuk menyoal dana kampanye itu adalah Komisi Pemilihan Umum Kota Surabaya beserta tim auditornya, bukan malah tim pasangan calon. “Padahal kita tahu bersama bahwa uadit dari KPU juga belum keluar, kenapa lantas dituding seperti ini,” katanya.

Awi juga mengkritik Badan Pengawas Pemilu RI yang mencoba ikut membuka persoalan itu, karena seharusnya selaku badan pengawas dia menghormati proses yang dilakukan oleh auditor KPU Kota Surabaya, supaya kinerjanya bisa maksimal dan profesional. “Mestinya Bawaslu profesional,” ujarnya.

Menurut Awi, apabila hasil audit dari KPU Kota Surabaya sudah keluar, dan dinyatakan bermasalah sesuai koridor hukum, maka Bawaslu baru bisa melakukan berbagai tindakan, termasuk berupa kebijakan dan statment kepada media. “Kami hanya ingin mendorong panwaslu dan bawaslu untuk bekerja profesional,” katanya.

Namun begitu, tim hukum pasangan Risma-Whisnu akan mengevaluasi semua penyelenggaraan Pilkada Surabaya beserta beberapa pelanggarannya, sehingga apabila ada pelanggaran, seperti ada yang jail dengan memberikan kotak makan disertai stiker pasangan Risma-Whisnu, maka pihaknya tidak akan segan-segan untuk memprosesnya.

Alangkah baiknya, lanjut Awi, tim pasangan Rasiyo-lucy Kurniasari itu fokus pada apakah menerima hasil rekapitulasi itu atau tidak, karena prosentasenya sangat signifikan, sehingga mereka tidak memiliki hak untuk menggugat ke Mahkamah Konstitusi. “Masak masih belum cukup untuk bersikap legowo?” ujarnya.

Terkait

Pilkada 1347862918856300880

Posting Komentar

emo-but-icon

Follow Me On

Klik disini Klik disini

Berita Populer

Klik disini
item