Menjelang Valentine Pesanan Coklat Meningkat


SKUD,Yogyakarta - Walau muncul pro-kontra Hari Valentine setiap 14 Februari, permintaan bunga mawar dan cokelat menjelang acara meningkat hampir empat kali lipat. Di hari biasa, permintaan mawar merah hanya 200 batang. Tapi sekarang melonjak hingga 700 batang.

Mawar yang dijual di pasaran untuk Valentine biasanya jenis mawar satu batang. Harganya pun melonjak. Mawar merah pada hari biasa dijual Rp 5.000. Sedangkan, pada hari Valentine Rp 7.500 sampai Rp 10 ribu. Mawar putih dan merah muda per batang naik dari Rp 10 ibu menjadi Rp 15 ribu. “Kami mendatangkan dari Batu, Jawa Timur,” kata Wahyu, karyawan toko bunga Edelweis di kawasan Kota Baru Yogyakarta hari ini, Kamis, 11 Februari 2016.

Pasar bunga di Yogya, kata dia, bagus. Omset penjualan ketika Valentine, naik hingga Rp 5 juta sehari.

Mereka yang datang rata-rata mahasiswa dan kalangan muda mudi dari berbagai tempat. Pembeli bisa memesan bunga mawar yang telah dirangkai, yang dibanderol Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu. “Mereka banyak datang ketika malam Valentine,” kata Wahyu.

Marketing cokelat Monggo, Yessie perwitasari, mengatakan menjelang Valentine pabrik coklat di Kota Gede ini menyiapkan produk khusus berisi 10 jenis coklat. Harga satu kotaknya Rp 160 ribu. “Coklat kemasan khusus ini sekarang banyak diminati,” kata dia.

Pengunjung rata-rata membeli ke pabrik. Ada pula yang memesan secara online. Bahan bakunya dari Sulawesi, Sumatera, dan Jawa Timur. Mereka mengambil bahan baku dalam bentuk setengah jadi atau remahan dari kelompok tani skala kecil.

Harga cokelat bervariasi dari Rp 16 ribu hingga Rp 195 ribu. Selain melayani pembeli di pabrik dan gerai, produk coklat Monggo juga tersebar di 400 toko di Jawa dan Bali. Coklat ini juga banyak ditemukan di minimarket. Coklat ini didistribusikan ke Jawa, Bali, Makasar, dan Lampung. Selain itu, dia melayani pembelian secara online ke Inggris dan Singapura.

Cokelat Monggo menggunakan bungkus kertas daur ulang dan kertas bersertifikat ramah lingkungan, dari Forest Stewardship Council atau FSC. Bungkusnya ada yang berhias gambar karakter wayang, yakni punokawan, petruk, dan semar. Pendiri pabrik Coklat Monggo, warga Belgia, Thierry Deltournay. Dia menamai coklat itu, monggo karena punya arti ekspresi keramahan dalam tradisi Jawa.

Terkait

News 2207611711734238592

Posting Komentar

emo-but-icon

Follow Me On

Klik disini Klik disini

Berita Populer

Klik disini
item