Kereta Batal Berangkat Karena Jalur Tergenang Air,PT KAI Kembalika Uang Tiket Penumpang
https://habananggroee.blogspot.com/2016/02/kereta-batal-berangkat-karena-jalur.html
SKUD - PT Kereta Api Indonesia (KAI) menawarkan tiket alternatif kepada para penumpang, terlanjur sudah memesan tiket rute perjalanan kereta api dari Malang ke Surabaya dibatalkan. Pilihan lain, mereka menawarkan pengembalian uang tiket secara penuh.
Semua rute perjalanan kereta api dari Malang ke Surabaya dibatalkan akibat banjir terjadi di Porong. Rel di kilometer 32+5 hingga 33+2 antara Stasiun Tanggulangin dan Stasiun Porong terendam banjir, sejak Jumat (12/2).
"Uang tiket dikembalikan seratus persen, dan ditawarkan alternatif untuk melanjutkan perjalanan dengan kereta api lain yang berangkat dari Malang," kata Kepala Stasiun Kota Baru Malang, Djoko Andriyanto, Rabu (17/2).
Pembatalan berlaku bagi penumpang 2 kereta api jarak jauh jurusan Malang- Jakarta melewati Surabaya, yakni KA Jayabaya dan KA Bima. Sementara buat jarak dekat, KA Penataran jurusan Blitar-Malang-Surabaya.
"Pembatalan tidak banyak, apalagi sudah beberapa hari kita umumkan. Kita juga melakukan penutupan pembelian tiket sejak tanggal 12 Februari. Penumpang sudah diberi tahu semua," ujar Djoko.
Penggantian tiket alternatif ditawarkan bagi penumpang KA Bima, dan bisa berganti KA Gajayana yang lewat jalur selatan. Sementara penumpang KA Jayabaya bisa menggunakan KA Majapahit atau KA Matarmaja.
"Kami belum bisa menjanjikan kapan kembali normal, karena petugas di lokasi masih berusaha menyurutkan debit air. Tetapi pembatalan berlaku sampai Kamis, 19 Februari besok," lanjut Djoko.
Informasi dari lokasi, kata Djoko, saat ini rel masih tergenang sekitar 30 sentimeter. Padahal, supaya bisa dilewati kereta genangan air harus di bawah tujuh sentimeter, buat menjaga supaya tidak terjadi korsleting di mesin.
Henriska Sandra Ayu (23), salah satu penumpang KA Jayabaya, mengaku memilih mengambil uang pengganti tiket. Mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) ini berniat turun di Stasiun Poncol, Semarang, buat kembali kuliah.
"Keretanya tidak cocok. Pengganti yang ditawarkan KA Majapahit. Meski sama-sama kelas Ekonomi, KA Jayabaya sudah bagus, harga tiket beda jauh," kata Sandra.
(Merdeka.com)



