Jenderal TNI Yakin Cabang Olahraga Karate Indonesia Akan Raih Emas di Olimpiade 2020
https://habananggroee.blogspot.com/2016/02/jenderal-tni-yakin-cabang-olahraga.html
SKUD - Penantian panjang Indonesia meraih prestasi dari cabang olahraga karate sejak 1964 akhirnya terbayarkan. Sebab, November 2015 lalu menjadi karate-do Indonesia mampu merebut empat mendali emas dalam kejuaraan dunia.
"Kita sudah menunggu sejak tahun 64 dalam kejuaraan dunia karate. Indonesia berkesempatan sebagai penyelenggara sekaligus peraih 4 mendali emas dalam kejuaraan dunia karate di Serpong," kata Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo usai pembukaan Gashuku dan Rakernas FORKI 2016 di Lapangan Bola Ahmad Yani Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Sabtu (27/2).
Kebangkitan tersebut menjadi semangat awal untuk menyiapkan para atlet dalam kejuaraan dunia selanjutnya.
"Kita punya peluang pada tahun 2020 untuk Olimpiade kejuaraan tingkat dunia. Sehingga kita manfaatkan momentum ini sebagai persiapan atlet kita untuk kejuaraan dunia," lanjut dia.
Bermodalkan empat atlet yang berhasil meraih mendal emas, sebagai Ketua Umum PB Forki, dia optimis kejuaraan mendatang akan meraih medali emas.
"Kita bisa masuk Olimpiade karena ini untuk pertama kali dan kita optimis mendapatkan emas. Empat orang ini benar-benar kita persiapkan dan punya pengalaman jadi peluang tetap ada. Jadi kita optimis meraih mendali emas," katanya dengan penuh percaya diri.
Menurutnya karate bukan sebagai olahraga prestasi biasa. Karate merupakan olahraga untuk menularkan jiwa patriotisme pada anak bangsa. Tak hanya itu lewat olahraga karate diharapkan akan membentuk pribadi yang berkarakter, berpendirian, percaya diri dan saling menghormati antar sesama.
Acara Gashuku dan Rakernas Forki 2016 ini diselenggarakan sebagai bentuk ajang silaturahmi antar seluruh anggota Forki yang ada di Indonesia. Sebanyak 3.000 Gashuku ini akan melakukan latihan dan saling sharing pengalaman dan prestasi guna pengembangan diri masing-masing perguruan.
Rencananya akan ada acara makan siang bersama sekaligus pemberian kejutan kepada para peraih mendali emas. "Hadiah tidak kami sampaikan kepada para atlet sehingga atlet berlatih bukan untuk mendapatkan hadiah tapi hanya karena keinginannya sepenuh jiwa dan untuk membawa bendera merah putih berkibar di kejuaraan internasional," tandasnya.
(Merdeka.com)



