Diserang Penyakit DBD 2 Orang Anak di Bekasi Tewas
https://habananggroee.blogspot.com/2016/02/diserang-penyakit-dbd-2-orang-anak-di.html
SKUD - Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Bekasi, Jawa Barat kian mengkhawatirkan. Sebab sejumlah korban terus berjatuhan, terbaru dua balita meregang nyawa karena menderita penyakit DBD pagi tadi.
Dua korban itu adalah kakak beradik Najma Nur Syifa (5) dan Abu Rauf (3), warga Kampung Sumurbatu, Kelurahan Sumurbatu, RT 01 RW 05, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi. Keduanya meninggal dunia hanya berselang tiga jam.
Menurut orang tua korban, Soleh (36), Rauf meninggal lebih dulu di rumah sekitar pukul 02.00 WIB. Sementara, kakaknya, Najma meregang nyawa di Rumah Sakit Juwita, Bekasi Timur, sekitar pukul 05.00 WIB. Jenazah ke dua anaknya telah dimakamkan di tempat pemakaman keluarga tak jauh dari rumah.
"Awalnya kakaknya yang sakit, kemudian disusul adiknya juga sakit," kata Soleh saat ditemui di rumahnya, Kamis (25/2).
Dia mengatakan, Najma mengalami demam usai dimandikan sang ibu, Siti Arsyah (30) pada Jumat (19/2) lalu. Selain demam, tubuh Najma menolak makanan yang diberikan, dan diare. Bahkan suhu tubuhnya mencapai 40 derajat selcius.
"Saya membawa Najma ke klinik. Dokter bilang demam biasa dan kekurangan cairan di tubuhnya. Kemudian diinfus dan dirawat," kata dia.
Namun, hingga lima hari tak ada perkembangan yang signifikan. Karena itu Najma dirujuk ke RS Juwita. Hasil tes darah, pihak rumah sakit menyatakan bahwa Najwa positif menderita DBD.
Di saat bersamaan, adik Najma Rauf juga mengalami demam, hanya saja dia tidak diare dan muntah. Lantaran takut kesehatan Rauf memburuk seperti kakaknya, istrinya membawa ke RS Juwita untuk diperiksakan. Namun, Rauf diperbolehkan pulang oleh dokter karena kondisinya cukup baik dibanding kakaknya.
Sayangnya, kondisi kesehatan ke dua anaknya terus menurun. Akhirnya, pagi tadi Rauf mengembuskan napas terakhir di rumahnya sekitar pukul 02.00 WIB.
"Saya langsung pulang ke rumah. Begitu di rumah, ternyata Najma juga meninggal di rumah sakit tiga jam kemudian," katanya.
Soleh mengaku bingung dengan kejadian yang menimpa kedua anaknya. Padahal dia telah menjaga kebersihan di rumahnya. Bahkan beberapa pekan sebelumnya, daerah rumahnya sempat di-fogging oleh pemerintah setempat.
Ketua RT setempat, Sanam mengatakan, fogging yang dilakukan pemerintah dianggap tidak efektif. Sebab, dalam sepekan terakhir sedikitnya tiga warganya menderita DBD, dua di antaranya meninggal dunia, dan satu anak berusia delapan tahun, Fikri dirawat di RS Rawalumbu.
"Foggingnya di kebun dan di saluran air saja, tapi di dalam rumah enggak," kata Sanam.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Bekasi Yasni Rufaida, mengatakan pihaknya akan melakukan fogging secara serentak di wilayah Sumurbatu. Sebab kasus di sana dianggap cukup tinggi.
"Kami sudah koordinasi mengenai pemberantasan sarang nyamuk," katanya.
Terkait penetapan status KLB karena banyaknya kasus DBD, pihaknya akan koordinasi dengan Kementerian Kesehatan. Sebab, kata dia, mekanisme KLB itu ada aturannya sendiri. Misalnya, peningkatan kasus dua kali lipat di seluruh wilayah.
Berdasarkan catatan, jumlah penderita DBD yang tewas di Kota Bekasi mencapai sembilan orang. Di antaranya sepanjang Januari sebanyak enam orang, dan Februari tiga orang.



