Puluhan Mantan Anggota Gafatar Dari Samarinda Tiba di Makassar Hari Ini
https://habananggroee.blogspot.com/2016/01/puluhan-mantan-anggota-gafatar-dari.html
SKUD,Makassar - Rombongan eks anggota Gerakan Fajar Nusantara asal Sulawesi Selatan yang bermukim di Kalimantan Timur diagendakan tiba di Makassar, Sabtu, 30 Januari, sekitar pukul 07.35 Wita. Rombongan itu diketahui dari Samarinda dengan jumlah 49 orang yang terdiri dari 17 kepala keluarga.
"Gelombang kedua eks Gafatar itu berasal dari Samarinda. Sebelumnya, kan sudah tiba 232 eks Gafatar dari Kutai Kertanegara, Rabu lalu," kata Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Sulawesi Selatan, Asmanto Baso Lewa, saat dihubungi Tempo. Belum dirincinya sebaran asal daerah eks Gafatar dari Samarinda itu.
Berbeda dengan rombongan eks Gafatar dari Kutai Kertenegara yang tiba melalui jalur laut, gelombang kedua pemulangan eks Gafatar diagendakan tiba melalui jalur udara. Asmanto mengaku telah menerima informasi mengenai rencana pemulangan warganya itu dari pemerintah Kalimantan Timur.
Berdasarkan laporan yang diterima pihaknya, rombongan eks Gafatar dari Samarinda itu bertolak dari Bandara Aji Muhammad Sulaiman, Sabtu, 30 Januari, sekitar pukul 06.30 Wita. Mereka dijadwalkan tiba di Bandara Sultan Hasanuddin pada pukul 07.35 Wita. Rombongan itu menumpang pesawat Lion Air nomor penerbangan JT-661.
Asmanto mengatakan seperti halnya penyambutan eks Gafatar dari Kutai Kertanegara, pemerintah Sulawesi Selatan juga akan menyambut eks Gafatar dari Samarinda itu. Rencananya, mereka diarahkan ke Asrama Haji Sudiang untuk didata dan dibina sebelum dibawa pulang ke kampung halamannya masing-masing.
Juru bicara Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan Barat, Komisaris Besar Frans Barung Mangera, mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan pemerintah Sulawesi Selatan mengenai pengamanan penyambutan eks Gafatar dari Samarinda. "Kami siap kawal. Sudah disiagakan 50-60 polisi untuk pengamanan," kata dia.
Pengamanan penyambutan eks Gafatar di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin tidak hanya melibatkan kepolisian, melainkan aparat TNI dan aviation security. Barung menegaskan keterlibatan kepolisian pada penanggulangan eks Gafatar sebatas pengamanan. "Kalau pembinaan, itu jelas domain pemerintah," ucap Barung.
Sebelumnya, Asisten III Bidang Kesejahteraan Rakyat Kalimantan Timur, Berre Ali, menyebut di daerahnya ada 574 eks Gafatar, tapi tidak semuanya dari Sulawesi Selatan. Gelombang pertama, pihaknya memulangkan 232 eks Gafatar Sulawesi Selatan, Rabu, 27 Januari, malam. Berre mengakui masih ada 49 eks Gafatar Sulawesi Selatan yang berada di Samarinda. Itu belum termasuk data di Paser dan Berau.
(Tempo)



