Polisi Gagalkan Penyeludupan 5 KG Sabu Ke Indonesia Dari Malaysia
https://habananggroee.blogspot.com/2016/01/polisi-gagalkan-penyeludupan-5-kg-sabu.html
![]() |
| Polres Asahan amankan 5 Kg sabu. |
SKUD - Anggota Polres Asahan, Sumatera Utara menggagalkan penyelundupan 5 kg sabu-sabu dari Malaysia. Mereka juga menangkap kurir yang membawa narkoba itu dari tengah laut ke perkampungan.
Kurir berinisial JN ditangkap di kawasan Bagan Asahan, Tanjung Balai, Asahan. Belakangan, dua rekannya yaitu ARG dan AT, juga disergap polisi dari kediaman masing-masing.
"Tersangka JN kita ringkus Senin (25/1) dini hari sekitar pukul 01.30 WIB," kata Kapolres Asahan AKBP Tatan Dirsan Armaja, Rabu (27/1).
Sebelum penangkapan, petugas melakukan penyelidikan dan pemantauan sejak 2 bulan lalu. Dari upaya itu, mereka mendapat informasi ada kurir yang akan mendaratkan narkoba dari tengah laut.
Kemudian pada Minggu (24/1) malam, petugas melakukan pemantauan di Bagan Asahan, yang disebutkan akan menjadi lokasi pendaratan. Benar saja, seorang yang dicurigai terlihat mendaratkan sampannya di tangkahan belakang rumah penduduk yang memang berada di atas air. Setelah disergap dan diperiksa, ditemukan 5 kg sabu-sabu.
"Pelaku langsung kita pegang dan kita bawa ke Mapolsek di Asahan. Kemudian dikembangkan lagi sehingga kita berhasil menangkap rekan pelaku, yaitu ARG dan AT, sekitar pukul 8.00 WIB," sambung Tatan.
Berdasarkan pemeriksaan, ketiga orang ini mengaku sebagai kurir. Mereka diberikan upah Rp 10 juta-Rp 20 juta per kg untuk membawa sabu itu ke darat.
Sabu-sabu itu diselundupkan dari Malaysia menggunakan kapal motor. Di tengah laut, narkotika itu dipindahkan ke sampan kecil sehingga bisa langsung ke permukiman penduduk.
Dalam penangkapan ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Selain 5 kg sabu-sabu, mereka juga menyita alat hitung uang, tas, sejumlah Hp dan buku catatan.
Polisi masih mengembangkan penangkapan ini. Mereka memburu bandar narkoba dan orang yang mengupah ketiga pelaku.
"Kita ingin memutus mata rantai peredaran narkoba di kawasan Asahan dan Tanjung Balai," sebut Tatan.



