Jadikan Abdya Cerdas,3000 Siswa Deklarasikan Gerakan Gemar Membaca
https://habananggroee.blogspot.com/2016/01/jadikan-abdya-cerdas3000-siswa.html
SKUD,Aceh Barat Daya - Untuk menjadikan Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) cerdas, 3.000 siswa mulai dari Sekolah Dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA) mendeklarasikan diri dalam Gerakan Gemar Membaca (G2M) di lapangan Pante Pirak Kecamatan Susoh Kabupaten setempat, Kamis 14 januari 2016.
Semangat siswa-siswi yang berbaris dengan mengepalkan tangan ke atas sambil mengangkat buku sebagai pertanda kalau semua siswa di Kabupaten yang berjulukan Breuh Sigupai itu siap menjadikan buku sebagai pendamping belajar.
Kegiatan yang dihadiri Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Kemdikbud RI dalam hal ini diwakili oleh direktur kurikulum, Kadisdik Aceh, Kanwil Kemenag Aceh dan perwakilan USAID PRIORITAS jakarta.
Selain itu, hadir juga Wabup Abdya, Erwanto, dandim 0110 Abdya Suhartono, Kapolres Abdya AKBP Hairajadi SH, Kejari Blangpidie diwakili Fahmi, Anggota DPRK Abdya Julinardi serta sejumlha SKPK dilingkungan pemkab Abdya yang sangat terharu dengan semangat siswa-siswi di Abdya yang melakukan deklarasi G2M.
Kadis pendidikan Yusnaidi dalam sambutannya menyebutkan, indonesia, Aceh, bahkan Aceh Barat Daya masih minim dalam bidang membaca. Oleh sebab itu, tidak ada kata terlambat untuk memulai.
Untuk itu, melalui gerakan tersebut diharapkan setiap sudut sekolah di Abdya membiasakan anak membaca. Sehingga kegiatan membaca bisa menjadi kesenangan baru bagi anak-anak di Abdya.
“Ini sangat luar biasa, semangat para siswa dalam mendukung mencerdaskan anak bangsa. Semangat ini bisa dipertahankan di sekolah masing-masing sehingga bisa memberikan motivasi siswa dalam membaca. Dengan membaca di harapkan mampu mengembangkan budaya masyarakat Abdya pada khususnya gemar membac,” kata kepala dinas pendidikan Abdya Yusnaidi saat memberikan semangat ke siswa-siswi.
Motivasinya deklarasi G2M yaitu dengan membaca bisa menjadi ketua rukun tetangga (RT), dengan membaca bisa menjadi Presiden. “Betapa pentingnya gemar membaca sehingga bisa meningkatkan masa depan lebih baik. Membaca adalah jendela dunia,” imbuhnya.
Gerakan gemar membaca juga diikuti Dewan Guru Kabupaten di Kabupaten setempat. “Keberadaan Kantor Perpustakaan dan arsip yang berada di lingkungan sekolah sebagai salah satu pendukung gerakan G2M,” jelasnya.
Disebutkan Yusnaidi, minat baca di Indonesia tergolong rendah karena minat tersebut berdampak langsung dengan prestasi pelajar Indonesia. “Rendahnya kemampuan membaca juga berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi,” ujarnya.
Berangkat dari hal tersebut lanjutnya, keterampilan membaca ini sangat penting sehingga pemerintah Abdya mendorong lahirnya gerakan budaya baca sebagai gerakan budaya yang dibutuhkan partisipasi warga yang lebih luas.
“Pemda Abdya melihat tidak cukup hanya mengandalkan sekolah semata untuk menumbuhkan budaya baca. Dan dibutuhkan kebijakan dan dukungan yang kuat dari pemerintah daerah dan elemen masyarakat lainnya,”demikian harapnya.



