Gubernur DKI Jakarta Bermain Sepak Bola Dengan Anak - anak di Bintaro


SKUD,BINTARO - Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama meresmikan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Anggrek di Perumahan Villa Anggrek RW 012, Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Rabu (20/1).

Dia meminta kepada warga untuk memaksimalkan RPTRA yang telah  dibangun di Jakarta.
Pembukaan RPTRA itu diawali dengan pemotongan pita dan penandatangan prasasti RPTRA Anggrek.

Setelah itu, pria yang disapa Ahok itu mencoba menendang bola di sebuah mini soccer dengan rumput yang masih hijau.


Dimana, ada seorang penjaga gawang yang masih kecil.
Tendangan Ahok tidak tepat sasaran dan menjadi bahan tertawaan anak-anak di sana.

Dalam pidatonya, mantan Bupati Belitung Timur mengatakan tugas Pemerintah Provinsi DKI Jakarta adalah mensejahterakan masyarakatnya. Dengan dibangunnya RPTRA diharapkan masyarakat bisa memanfaatkannya dengan baik.

"Visi Gubernur ngga usah muluk-muluk seperti kota modern dan tertata rapi. Yang penting membuat penuh kepala, perut dan dompet warga. Untuk kepala dipenuhi rohani dan pendidikan. Kalau perut itu yang penting warga sehat dan terakhir dompet artinya berduit," kata Ahok, Rabu (20/1).

Dia meminta Lurah yang bertugas sebagai manajer di sebuah wilayah harus memahami warganya. Kalau memang mereka tidak mengerti, maka warga ditugaskan untuk melaporkannya ke Walikota atau langsung memberikan pesan singkat melalui SMS ke Gubernur DKI Jakarta.

"Saya punya tiga jurus jitu kalau ada Lurah yang ngga benar yaitu pecat, pecat, pecat," tuturnya.
Bapak tiga orang anak itu mengatakan masyarakat Jakarta sudah sejahtera.

Dimana, untuk petugas kebersihan yang ditarik Petugas Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) diberikan gaji Rp 3,1 juta.

Para petugas PPSU hanya ditugaskan untuk membuat lingkungan sekitarnya menjadi bersih dan tertata dengan rapih.

"Kalau di daerah perumahan masih ada yang ngutip kebersihan itu kebangetan. Waktu dulu petugas kebersihan hanya digaji antara Rp 500.000 sampai Rp 1 juta. Sekarang kan sudah UMP atau Rp 3,1 juta. Ngga ada lagi minta THR, itu hanya bikin malu-maluin saja. Karena selai UMP petugas PPSU juga mendapatkan asuransi. Kemarin ada petugas PPSU yang meninggal dunia dan mendapatkan asuransi sebesar Rp 137 juta," ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, dia pun mencoba berkelakar terhadap warga masyarakat yang memadati wilayah tersebut.

Dia menunjuk ada ruangan Laktasi untuk ibu-ibu menyusui.

Menurutnya, agar anak sehat harus diberikan ASI dan bukanlah susu kaleng atau susu sapi.
"ASI itu anka jadi manusia jangan susu sapi nanti jadi bebal. Kalau saya super sehat karena nyusu sama emak dan nenek," tuturnya.

Pantauan Warta Kota RPTRA Anggrek memiliki luas sekitar 2.376 meter persegi. RPTRA tersebut difasilitasi beberapa ruangan seperti lapangan futsal, taman bermain, kolam ikan, perpustakaan , tempat kesehatan dan ruang serba guna.

Permukiman Kumuh
Sementara itu, Wali Kota Jakarta Selatan, Tri Kurniadi mengutarakan pada tahun 2016 sebanyak 34 RPTRA akan dibangun dari dana APBD DKI 2016
Menurutnya yang dipilih menjadi RPTRA adalah wilayah padat penduduk dan pemukiman kumuh.
"Tahun 2016 bangun 34 RPTRA dari dana APBD DKI dan 12 dari CSR. Anggaranya di Sudin Perumahan, dan pembangunan merata di semua Kecamatan. Paling banyak lahan kosong di Jakarta Selatan adalah Jagakarasa dan Pesanggrahan," tutur Tri.

Dia menjelaskan bahwa untuk pemukiman elit tidak perlu dibangun RPTRA.


Karena kebanyakan warga elit sudah memiliki uang untuk bahagia.

Sementara warga yang kurang mampu harus diberikan fasilitas lebih.

"Secara perlahan nanti warga elit kita dorong agar lebih peduli dengan lingkungan. Yang diutamakan adalah wilayah padat penduduk dan daerah kumuh," tuturnya.

Terkait

Politik 2027012380734444072

Posting Komentar

emo-but-icon

Follow Me On

Klik disini Klik disini

Berita Populer

Klik disini
item