Peringati 11 Tahun Tsunami Aceh,Pemerintah Aceh pusatkan di Masjid Rahmatullah lampuuk
https://habananggroee.blogspot.com/2015/12/peringati-11-tahun-tsunami_26.html
BANDA
ACEH - Pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh menggelar
peringatan 11 tahun tsunami yang dipusatkan di Masjid Rahmatullah Lampuuk,
Kecamatan Lhok Nga, Aceh Besar pada tanggal 26 Desember 2015 besok.
Kepada Dinas Kebudayaan dan
Pariwisata Aceh, Reza Fahlevi MSi menyebutkan, peringatan tsunami yang
dipusatkan di Masjid Rahmatullah pada tahun ini bukan tanpa alasan, mengingat
kawasan Lampuuk adalah salah satu daerah terparah hantaman gelombang tsunami dan
telah banyak mendapat perhatian masyarakat internasional.
“Masjid Rahmatullah adalah
satu-satunya bangunan yang berhasil selamat dari gelombang Tsunami. Masjid
dengan desain dan arsitekturnya yang indah ini juga telah menjadi satu-satunya
masjid yang paling banyak dikunjungi oleh wisatawan, baik nusantara maupun
wisatawan asing lainnya khususnya wisatawan Malaysia di kawasan wisata pantai
Lampuuk,” jelasnya.
Reza menambahkan, peringatan
tsunami yang mengusung tema “Memajukan Negeri Membangun Masyarakat Siaga
Bencana” juga diharapkan tidak hanya semata untuk berkumpul, mengenang,
bernostalgia dan berakhir begitu saja.
“Ada nilai-nilai dari setiap
kegiatan peringatan tsunami yang perlu kita sampaikan ke masyarakat, yakni
seperti refleksi, apresiasi, mitigasi dan promosi ” sebutnya.
Hal senada juga disebutkan Kabid
Pemasaran Disbudpar Aceh Rahmadhani MBus, selain upacara peringatan tsunami
dengan menggelar zikir bersama dan tausyiah, kita berharap masyarakat juga
dapat memahami empat filosofi dalam menyadari peringatan tsunami.
“Dengan adanya refleksi, kita
terus berusaha menghindari perilaku lupa akan kejadian masa lalu yang pernah
terjadi di Aceh. Peringatan tsunami juga menjadi momentum penting untuk selalu
mengingat dan mengenang kembali keikhlasan, dukungan dan solidaritas yang
pernah diberikan masyarakat global,” jelas Rahmadhani.
Hal lainnya yang tidak boleh
dilupakan, sebut Rahmadhani, masyarakat Aceh harus mampu bersahabat dengan
bencana untuk mitigasi. “Mempelajari karakteristik bencana dan membangun kesadaran
dan kewaspadaan diri menuju budaya siaga bencana menjadi sebuah keniscayaan
dalam upaya mengurangi segala risiko bencana yang ditimbulkan. Dengan demikian
pariwisata tsunami di Aceh menjadi media efektif dalam rangka memperlihatkan
kepada masyarakat global, khususnya kepada wisatawan tentang kekuatan,
ketahanan dan ketabahan masyarakat Aceh selama Tsunami,” tutupnya.(lintas nasional)



