Kisah Jokowi Batal Pidato Gara-gara Obama
https://habananggroee.blogspot.com/2015/12/kisah-jokowi-batal-pidato-gara-gara.html
PARIS - Ada peristiwa menarik di area Konferensi Tingkat Tinggi Perubahan Iklim di Paris, Prancis, pada Senin 30 November 2014 lalu. Acara pertemuan Mission Inovation soal energi terbarukan yang melibatkan 40 negara, berantakan gara-gara Presiden Amerika Serikat Barack Obama telat datang. Jadwal kacau dan akibatnya, Presiden Joko Widodo terpaksa batal berpidato.
Sesuai jadwal, acara yang melibatkan Bill Gates itu harusnya berlangsung pukul 14.00 waktu Paris atau pukul 21.00 waktu Jakarta, namun molor hingga sejam lebih. Acaranya sendiri digelar di Auditorium Nelson Mandela, Climate Generations Area, jauh dari Plenary Hall, The Paris Le Bourget tempat Leaders Event digelar.
Sesuai jadwal, acara yang melibatkan Bill Gates itu harusnya berlangsung pukul 14.00 waktu Paris atau pukul 21.00 waktu Jakarta, namun molor hingga sejam lebih. Acaranya sendiri digelar di Auditorium Nelson Mandela, Climate Generations Area, jauh dari Plenary Hall, The Paris Le Bourget tempat Leaders Event digelar.
Pertemuan Mission Innovation diawali dengan pidato Presiden Prancis Franqois Hollande dalam bahasa Prancis, lalu pendiri Microsoft Bill Gates. Presiden Jokowi sendiri baru tiba, ketika Gates baru naik podium dan bicara soal pentingnya energi terbarukan. Selain Prancis dan Indonesia, hadir pula India, Inggris, Jepang, Mexico, Kanada, Brasil, Norwegia, Arab Saudi, dan Jerman. Juga Amerika Serikat.
Presiden Obama datang ketika Gates nyaris memungkasi pidatonya. Saat itulah, pembawa acara meminta presiden dan perdana menteri yang sudah lama menunggu Obama dipersilahkan naik panggung dan foto bersama.
Selesai foto bersama, MC mendaulat Obama berpidato. Presiden Amerika Serikat itu berpidato 10 menit, melebihi jatah yang diberikan, 5 menit. Obama mengatakan, semua bangsa saat ini membutuhkan energi yang tak hanya murah tapi juga mudah diperbarui. Obama mengajak semua pihak, mendukung pengembangan energi terbarukan.
Pidato Obama dilanjutkan PM India. Setelah itu, Presiden Hollande naik panggung mohon izin meninggalkan tempat lebih dulu, karena ada agenda lain. Hollande mempersilahkan acara dilanjutkan. Pembawa acara kemudian mempersilakan Presiden Jokowi naik ke podium untuk menyampaikan pidatonya.
Presiden Jokowi yang duduk di sebelah Bill Gates baru saja berdiri untuk melangkah ke panggung. Tiba-tiba, Presiden Obama berdiri dan pamit meninggalkan ruangan mengikuti Hollande. Lalu serentak tiba-tiba seluruh pemimpin negara lain juga ikut berdiri, meninggalkan acara dan keluar ruangan. Diantaranya PM Jepang Shinzo Abe, PM Norwegia Erna Solberg, PM Arab Saudi, Presiden Kanada dan Presiden Korea.
Menteri Luar Negri Retno Marsudi yang saat itu juga berada di sebelah Presiden Jokowi mengatakan, Presiden memutuskan meninggalkan tempat acara. Padahal, Indonesia menjadi negara pertama yang harusnya berbicara. Seluruh tim dari Kementerian Luar Negeri, termasuk yang bertugas menerjemahkan pidato Jokowi dari bahasa Indonesia ke Inggris, sudah siaga di kotak penyulih bahasa.
Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki yang juga menemani Presiden Jokowi saat itu menuturkan, panitia tidak tertib dalam mengatur acara sehingga agenda berantakan. Panitia juga tak menjelaskan bagaimana nasib acara pertemuan energi terbarukan, begitu Hollande, Obama dan banyak kepala negara hengkang dari pertemuan. Meninggalkan banyak pimpinan negara, seperti Presiden Jokowi, PM Inggris David Cameron, dan PM Kanada Justin Trudeau diantaranya, sempat terbengong.
Berantakannya agenda, menurut Teten, karena acara dalam COP 21 bersifat paralel satu sama lain. Saat acara Mission Inovation digelar, berbarengan dengan pidato-pidato kepala negara yang digelar di ruang plenary Hall, juga agenda pertemuan bilateral masing-masing negara. Selain juga lokasinya berjauhan. Bahkan saat itu, Presiden Joko Widodo juga sedang menunggu giliran waktu pidato untuk pertemuan utama.
Menurut Teten, dalam pidatonya Presiden Jokowi sudah bersiap untuk menunjukkan komitmen Indonesia dalam akselerasi penggunaan energi terbarukan. Indonesia memiliki target 23% energi terbarukan dalam bauran energi nasional yang akan dicapai pada tahun 2025, atau tiga kali lipat dari proporsi energi terbarukan yang saat ini dimiliki.
Dalam empat tahun ke depan, Indonesia berencana mengembangkan 35 ribu megawatt tenaga listrik tambahan. Dari jumlah yang direncanakan tersebut, 25% adalah dari energi terbarukan dan 25% lainnya dari gas. Kehadiran Presiden juga menegaskan bahwa Indonesia menjadi bagian dari program mempercepat inovasi energi bersih terbarukan.
Mission Innovation adalah upaya untuk mendorong publik dan swasta melakukan inovasi energi terbarukan.



