Penjual nasi uduk di Palembang ditemukan tewas gantung diri
https://habananggroee.blogspot.com/2015/11/penjual-nasi-uduk-di-palembang.html
Dengan bermodalkan seutas tali, Joni (30), nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di kamar rumah mertuanya. Belum diketahui pasti penyebab aksi penjual nasi uduk tersebut.
Jasad pria berkepala plontos itu pertama kali ditemukan mertuanya Alamsyah (55), di rumahnya di Jalan R Sukamto, Lorong Kelinci, RT 03, RW 01, Kelurahan Pipa Reja, Kecamatan Kemuning, Palembang, Jumat (6/11), pagi.
Alamsyah saat itu hendak membangunkan menantunya untuk berjualan nasi uduk. Hal itu memang sudah dilakoninya setiap hari. Namun, ketika mengetuk pintu kamar, mertuanya kaget melihat korban sudah tewas tergantung dengan seutas tali.
Alamsyah mengaku, menantunya tersebut tak memiliki masalah sedikit pun, termasuk dengan pihak keluarga. Meskipun belum memiliki pekerjaan tetap, korban masih berlaku baik dan bersedia membantu dirinya berjualan.
"Tidak ada masalah apa-apa. Kami bingung kenapa dia (korban) begitu. Dia juga termasuk menantu yang baik," ungkap Alamsyah, Jumat (6/11).
Sedangkan menurut tetangga korban, Sutini (50), Joni dikenal dengan sosok pria yang telah memiliki keluarga dan memiliki satu orang anak. Selain itu, korban juga dikenal sangat ramah dan cukup pendiam.
"Saya juga sempat bingung kok tidak biasanya warungnya buka telat. Mau ketuk pintu rumahnya, tahunya pak Alamsyah dan istrinya teriak-teriak," ujarnya.
Kapolsek Kemuning Palembang AKP Handoko Sanjaya mengatakan, dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), dugaan sementara korban murni gantung diri.
"Pihak keluarga tidak meminta untuk dilakukan visum dan langsung dimakamkan. Dugaan kuat memang murni gantung diri," pungkasnya.



