Panen, Rambutan Super Dibanderol Rp 25 Ribu Per Ikat


Subang - Panen perdana buah rambutan di sejumlah sentra kebun rambutan Subang, Jawa Barat, masih didominasi jenis rambutan jarah atau kualitas rendah. Ada pula jenis rambutan kualitas super, tapi masih jarang dan harganya pun sangat mahal.

"Buah rambutan jarah kami lempar ke bandar luar daerah Rp 7.000 per gedeng (dua ikat)," kata salah seorang pengepul rambutan di sentra Dawuan, Ujang Raswin, Sabtu, 28 Nopember 2015.

Rambutan kualitas super, semisal jenis Aceh Lebak, karena stoknya masih terbilang langka, harganya sangat tinggi. "Kami jual eceran Rp 25 ribu per gedeng," kata Ujang.

Menurut dia, produksi rambutan jarah pun masih belum memasuki masa panen raya. Sehari, paling dapat 70 hingga 100 gedeng. Tengkulak yang memborongnya kebanyakan datang dari Jakarta dan Tengerang.

Ujang mengungkapkan, masa panen buah rambutan pada tahun ini lebih cepat dari biasanya. "Tahun ini, medio November sudah ada yang panen. Padahal, biasanya, panen rambutan selalu terjadi pada akhir Desember," kata Ujang menjelaskan.

Dia memprediksikan, panen raya buah rambutan kualitas super Aceh Lebak dan Binjai di sentra rambutan Dawuan, Kalijati, Purwadadi, Cipeundeuy, Cikaum, Pagaden Barat dan Subang akan terjadi pada medio Januari hingga Februari. 

Hanya saja, pada saat itu harganya tidak akan “menggembirakan” para petani seperti saat ini. Sebab berbarengan dengan puncak musim hujan. "Kualitas buah rambutannya jadi menurun alias kurang manis dan berair serta cepat membusuk. Akibatnya, harga jualnya pun dipastikan jadi murah," tutur Ujang.

Seorang petani rambutan asal Dawuan, Karmun, mengiyakannya. Padahal, rambutan tahun ini buahnya lebih lebat dari pada tahun lalu. "Kami sih berharap, meski diterpa musim hujan, harga buah rambutan tidak jeblok, supaya kami tidak merugi," kata Karmun.

Terkait

News 3535447610329725361

Posting Komentar

emo-but-icon

Follow Me On

Klik disini Klik disini

Berita Populer

Klik disini
item