Haji Uma: Perdamaian Aceh Jangan Hanya Diatas Kertas
https://habananggroee.blogspot.com/2015/11/haji-uma-perdamaian-aceh-jangan-hanya.html
BANDA ACEH - Peringatan 10 tahun MoU Helsinki yang digelar di Banda Aceh, Sabtu 14 November 2015 mendapat sorotan dari Senator asal Aceh atau Anggota DPD RI H.Sudirman yang lebih dikenal dengan panggilan Haji Uma.
Ia mengatakan, MoU Helsinki bukan hanya memberikan janji kepada masyarakat Aceh akan tetapi harus membuktikan perdamaian ini harus benar-benar terjaga.
“Ini bukan janji tapi bukti. Jangan cuma sekedar menulis dikertas saja, tetapi harus bisa diimplementasi,” kata Haji Uma,Minggu 15 November 2015, di Banda Aceh.
Ia menegaskan kepada Pihak elit dan pelaku politik secara nasional agar berjiwa besar dan menjamin keutuhan perdamaian tersebut agar Republik Indonesia selalu aman.
“Kita harus menjaga nilai-nilai kebangsaan ini. Jangan seperti menanam bom waktu yang akan meledak apabila para elit-elit itu tidak menjabat lagi, jangan melempar permasalahan kepada generasi berikutnya, dan ini dianggap sebagai cuci tangan,” katanya.
Haji Uma menuturkan, Pemimpin baik di Pusat maupun di Provinsi serta pimpinan di Kabupaten/kota boleh memerankan film lain tetapi masyarakat masih memutar film yang sama. “Pemimpin boleh berganti, tapi rakyat tetap rakyak masa lalu,” katanya.
Disebutkan juga, Hari ini dipimpin oleh seseorang namun esok sudah berganti. “Meskipun bukan kita lagi yang menjabat kedepan, namun nilai perdamaian tersebut harus benar-benar terjaga. Inilah permasalahan perdamaian yang harus bisa dipertanggung jawabkan,” paparnya.
Menurutnya, permasalahan perdamaian ini adalah tanggung jawab yang harus di wariskan kepada generasi berikutnya.
Sebab katanya, gejolak-gejolak yang bisa diredam hanya Lima tahun. Namun, menurutnya, setelah pemimpin berganti apakah permasalahan tersebut bisa dipertanggung jawabkan.
“Apakah ini yang dikatakan nilai-nilai patriotisme yang bertanggung jawab terhadap eksensi perdamaian di Republik ini,”? tanya senator Aceh tersebut.



