Guru SMAN 11 Abdya Tampar Murid Hingga Keluar Darah
https://habananggroee.blogspot.com/2015/11/guru-sman-11-abdya-tampar-murid-hingga.html
ACEH BARAT DAYA, Samsol Akbar (18), siswa kelas 12 jurusan IPA 1 pada Sekolah SMA Negeri 11 Aceh Barat Daya (Abdya) keluar darah dari hidungnya akibat ditampar oleh guru mata pelajaran Kimia pada jam pertama pada pekan lalu.
Hal itu dikatakan Samsol kepada Senator DPD RI Asal Aceh H. Sudirman yang kerap di sapa “Haji uma” ketika bersilaturrahmi ke sekolah tersebut, Sabtu. 31 Oktober 2015 dalam rangka mengimput data kekerasan terhadap anak.
“Dua pekan lalu, saya mau keluar sebentar dari dalam lokal untuk mengeluarkan batuk berdahak, namun tanpa menegur guru langsung menampar saya dua kali, sekali dimuka dan sekali di pundak. Lalu keluar darah hidung saya,” katanya dengan nada keluh.
Ia mengatakan, Setelah dibersihkan darah baru masuk kembali kedalam kelas untuk belajar seperti biasa yang pada saat itu sedang belajar mata pelajaran Kimia.
Mendengar pengakuan Samsol tersebut, Senator DPD RI Asal Aceh H.Sudirman merasa prihatin kepada siswa tersebut. Ia menyebutkan, pemukulan murid disekolah, itu Tidak ada dalam UU tentang murit dipukul, “itu telah melanggar uu perlindungan anak,” katanya.
“Haji uma” meminta kepada pihak kepala sekolah agar kasus pemukulan tersebut harus diselesaikan secara kekeluargaan. “Mohon ibu kepala (Hasridal) permasalahan ini diselesaikan secara kekeluargaan dulu, sebelum dilaporkan ke pihak MPD atau kepihak perlindungan anak, kepala sekolah harus memproses guru tersebut, apabila benar kekerasan terhadap anak lapor kepada polisi. Sementara kepada murit tersebut apa bila tidak diproses laporkan ke saya,”tegas Haji uma.
Sementara itu, kepala Sekolah SMAN 11 Abdya Hasridal, mengatakan, kasus pemukulan tersebut tidak diketahui. ” Saya tidak tau soal itu, karena belum saya terima laporannya,” katanya.
Hasridal mengakui, pihaknya akan menyelesaikan kasus tersebut secara kekeluargaan. “Kami akan klarifikasikan dulu, karena Samsol itu anaknya nakal, dan diapun anak tinggal kelas dulu. Waktu dia kelas II pernah tidak naik kelas,” paparnya.



