Gubernur Aceh: Perempuan Harus Mampu Jadi Pemimpin


Banda Aceh – Gubernur Aceh, dr H Zaini Abdullah, meyakini banyak perempuan Aceh memiliki kapasitas untuk menjadi pemimpin di ruang publik. Namun banyak dari mereka yang belum menampakkan diri. Permasalahan tersebut bisa disebabkan oleh tekanan eksternal yang menghambat mereka untuk tampil, atau masalah internal yang membuat perempuan kurang terdorong untuk menampakkan diri.
Hal tersebut disampaikan Gubernur  Zaini dalam sambutan singkatnya yang dibacakan oleh Asisten III Setda Aceh, Syahrul SE MSi, pada acara Penganugerahan Perempuan Aceh Award tahun 2015.
Kegiatan yang dipusatkan di Gedung Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) itu turut dihadiri oleh sejumlah oleh Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Niazah A Hamid, Wakil Ketua DPRA, T Irwan Djohan, Anggota DPRA, Darwati A Ghani serta sejumlah tokoh perempuan Aceh lainnya.
Dalam sambutannya, Gubernur menyatakan, semua masalah dan hambatan yang dihadapi perempuan Aceh seharusnya dapat direduksi.
“Mestinya kita reduksi bersama agar partisipasi perempuan Aceh di berbagai sektor dapat bisa lebih ditingkatkan. Paling tidak pada Pemilu legislatif 2019, perempuan Aceh diharapkan bisa mengisi setidaknya 30 persen kursi di parlemen,” ujar Doto Zaini.
Menurut Doto, keterwakilan perempuan di ruang publik akan mampu mendorong bangkitnya partisipasi perempuan dalam berbagai sektor pembangunan di Bumi Serambi Mekah ini.Jika ditilik dalam sejarah Aceh, terlihat jelas bahwa pemerintahan di masa Kesultanan Aceh sangatlah egaliter.Banyak posisi strategis yang justru dipercayakan kepada perempuan.
“Tak heran jika saat perjuangan melawan kolonial Belanda, ada banyak Perempuan Aceh yang tampil sebagai pemimpin pasukan, seperti Cut Nyak Dien, Cut Meutia, Keumalahayati,” tambah Zaini.
Doto berharap, kisah masa silam tersebut dapat memberikan pemahaman kepada perempuan dan seluruh elemen masyarakat, bahwa secara kultur tidak ada larangan bagi perempuan Aceh tampil menonjol di tengah-tengah masyarakat.
“Saya tegaskan bahwa perempuan Aceh tetap bisa berprestasi sebagaimana yang dicapai kaum laki-laki. Karenanya dalam pembangunan Aceh, pemberdayaan perempuan menjadi salah satu fokus perhatian kita.” ujarnya.
Gubernur berharap dengan adanya anugerah Perempuan Aceh Award ini, penguatan kapasitas perempuan dapat ditingkatkan, sehingga perempuan Aceh mampu menunjukkan jati dirinya sebagai pelaku aktif pembanguan.
Untuk diketahui bersama, Perempuan Aceh Award (PPA) 2015 adalah momentum penganugerahan PAA yang keempat digelar. Sebelumnya juga pernah digelar pada tahun 2009, yang kedua tahun 2010 dan ketiga tahun 2012.
“Saya menyambut baik kegiatan ini dan berharap PPA dapat terus berlanjut menjadi agenda rutin setiap dua tahun sekali di daerah kita ini.Mudah-mudahan PPAdapat dijadikan sebagai momentum untuk mendorong peran aktif perempuan dalam berbagai sektor pembangunan di Aceh.” papar Doto Zaini. 

Terkait

Politik 1791517489731985109

Posting Komentar

emo-but-icon

Follow Me On

Klik disini Klik disini

Berita Populer

Klik disini
item