Tolak masuk koperasi, ratusan angkot di Bogor mogok operasi


Ratusan sopir angkutan kota (angkot) di Bogor, Jawa Barat melakukan aksi mogok beroperasi dan mengangkut penumpang, Selasa pagi (6/10). Akibatnya ribuan calon penumpang menumpuk dan terlantar, sehingga harus memilih moda transportasi lain supaya bisa sampai tujuanya.

Ketua Asosiasi Pengemudi Angkutan Kota Kota Bogor Muhammad Gobin (40) mengatakan, aksi mogok massal dilakukan sebagai protes penolakan kebijakan Pemkot Bogor yang akan melarang angkot tidak berbadan hukum beroperasi, bahkan izin trayeknya dicabut atau dibekukan.

"Pemkot memaksa pemilik angkot harus masuk koperasi, CV atau PT dengan alasan agar berbadan hukum. Kalau tidak maka izin tidak akan dibekukan," kata Gobin.

Keberatan dan penolakan pemilik angkot dengan pemberlakuan aturan tersebut karena adanya rencana balik nama STNK dan BPKB atas nama koperasi.

"Dengan adanya badan hukum atas nama koperasi balik nama STNK dan BPKB, sangat merugikan dan dikhawatirkan adanya penyalahgunaan nama," kata dia yang juga merupakan pengemudi angkot 03 Baranangsiang-Bubulak.

Ratusan angkot yang melakukan aksi mogok operasi tersebut yakni trayek 03 (Baranangsiang-Bubulak), 02 (Sukasari-Bubulak), 14 Pasir Kuda-Bubulak, 15 Setu Gede-Terminal Merdeka.

Safitri (21) salah seorang warga mengatakan, dirinya tidak mengetahui rencana mogok sopir angkot, sehingga dirinya harus menunggu lama di simpang BTM.

"Saya tidak tahu kalau ada aksi mogok operasi angkot, sehingga sudah 1 jam menunggu tidak dan tidak ada angkot, sehingga saya harus naik ojek agar bisa tiba di kantor," katanya.

Hingga saat ini ratusan sopir angkot masih mogok beroperasi dengan cara memarkirkan kendaraanya di terminal Bubulak, terminal Laladon, terminal Sukasari. Sementara puluhan perwakilan sopir angkot lainya melakukan demo ke kantor Wali Kota Bogor.

Terkait

Peristiwa 7665996541483471836

Posting Komentar

emo-but-icon

Follow Me On

Klik disini Klik disini

Berita Populer

Klik disini
item