Kabut Asap, Ini Penyebab Kebakaran Hutan Versi SBY
https://habananggroee.blogspot.com/2015/10/kabut-asap-ini-penyebab-kebakaran-hutan.html
Padang - Presiden RI periode 2004-2014, Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan ada beberapa faktor yang menyebabkan kebakaran hutan terjadi lagi tahun ini. Salah satunya adalah perilaku sebagian kecil masyarakat yang melakukan tindakan tidak bertanggung jawab dengan membakar hutan dan lahan.
Selain itu, ada beberapa perusahaan yang melanggar undang-undang dan tidak memelihara lingkungan, dengan membakar hutan untuk kepentingan bisnis. "Itu masih terjadi," ujarnya Rabu 28 Oktober 2015.
Faktor ketiga, kata SBY, kurang pedulinya pejabat. Padahal, kata SBY, di negeri ini ada banyak pejabat. Misalnya di daerah, ada kepala desa hingga gubernur. Di jajaran kepolisian ada kapolsek hingga kapolda. Juga ada TNI, dari anggota Babinsa sampai Pangdam. Belum lagi tokoh masyarakat, adat, dan sebagainya.
"Kalau seluruhnya sangat peduli, bersiaga, dan kalau ada benih kebakaran segera diatasi dengan cepat dan responsif, mungkin kebakaran tidak akan meluas," ujarnya.
SBY mempertanyakan respon pemerintah daerah dan pusat setelah kebakaran terjadi. Termasuk pengerahan peralatan, manusia, teknologi dan anggaran. "Apakah sudah baik atau masih setengah-setengah," katanya.
SBY juga menyinggung kekurangtegasan penegak hukum. "Jika penegak hukum tidak tebang pilih, pelaku tak akan semudah itu membakar hutan dan lahan," kata dia.
SBY mempertanyakan undang-undang dan peraturan pemerintah atau peraturan daerah cukup keras untuk mengatur pembakaran hutan dan lahan. Kalau tidak tegas, kata SBY, wajar bencana ini terulang kembali.
Terakhir, tidak cekatannya para pemimpin daerah hingga pusat. "Kalau para pemimpin cekakatan dan bertanggung jawab, kita tak akan seperti ini," ujarnya.
SBY mengatakan, jika faktor-faktor ini diperbaiki secara bersama-sama, dengan menjaga hutan dan hukum ditegakkan, maka kejadian seperti ini tidak akan terulang lagi. Apalagi saat ini dunia mengatakan, kebakaran hutan dan asap di Indonesia yang paling terburuk di tengah upaya mengurangi dampak perubahan iklim. "Malu kita kepada diri sendiri dan malu kepada dunia. Oleh karena itu kita semua harus mengambil tindakan yang mengabaikan diri," ujar SBY.
Elnino tahun ini, menurut dia, sama yang terjadi pada 1997. Elnino merupakan, peristiwa alam yang tidak bisa dicegah. Seharusnya sudah diantisipasi sebelum berdampak luas. SBY meminta semua warga Indonesia berubah dan merubah pola hidup yang selama ini keliru. Sehingga menyebabkan penderitaan bagi negeri ini. "Mari kita mulai dengan mawas diri. Kita kenali mengapa terjadi kebakaran lahan dan hutan. Asap berada di mana-mana, mengganggu penerbangan, mengganggu kehidupan sehari-hari, kegiatan sekolah , kesehatan, dan keselamatan kita semua," ujarnya.
Pemerintah, kata SBY, harus berada di depan untuk mengatasi bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Sumatera dan Kalimantan. Apalagi kebakaran hutan tahun ini adalah yang terparah sepanjang sejarah Indonesia. "Melakukan segala upaya untuk menghentikan kebakaran dan asap. Pemerintah harus ada di depan, dan kita harus bantu persoalan yang dihadapi anak dan orang tua. Bantuan kesehatan sangat penting," ujarnya.
SBY meminta para pemimpin berhenti saling menyalahkan. Para pemimpin, kata dia, harus mengambil tanggung jawab dan warga juga harus ikut mengatasainya. Agar Indonesia berubah ke arah yang lebih baik.



