Arab Saudi Bentuk Tim Investigasi Tragedi Mina
https://habananggroee.blogspot.com/2015/09/arab-saudi-bentuk-tim-investigasi.html
Jeddah - Musibah kembali melanda jemaah haji di Mekah, Arab Saudi. Tercatat 717 jemaah haji meninggal dunia dalam tragedi Mina, Kamis 24 September kemarin. Musibah terjadi saat jemaah hendak melempar jumrah.
Peristiwa ini masih meninggalkan tanda tanya. Apakah ada faktor lain selain saling dorong yang memicu tragedi itu.
Demi menjawab pertanyaan tersebut, Otoritas Arab Saudi segera bergerak. Mereka memutuskan membentuk tim investigasi untuk menyelidiki lebih dalam peristiwa memilukan ini.
"Menteri Dalam Negeri Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Naif, telah memimpin rapat darurat yang melibatkan semua pihak terkait. Dan dalam rapat tersebut telah dibahas penyebab peristiwa dan prosedur penanganannya," kata Direktur Perlindungan WNI dan Bantuan Hukum Indonesia Lalu Muhamad Iqbal, Jumat (25/9/2015).
"Telah diputuskan untuk membentuk tim investigasi untuk menyelidiki penyebab peristiwa dimaksud dan melaporkan hasilnya kepada Raja Salman," sambung dia.
Musibah yang terjadi di Mina, Arab Saudi, Kamis 24 September 2015, menjadi yang terparah kedua dalam kurun waktu seperempat abad sejak 1990. Selain korban meninggal dunia, hingga pukul 20.11 WIB atau pukul 16.11 waktu Arab Saudi, tercatat 800 jemaah haji lainnya luka-luka.
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyebutkan, dalam tragedi itu 3 jemaah haji Indonesia turut menjadi korban.
Korban meninggal yang sudah bisa dikenali adalah Hamid Atwi Tarji Rofia (51 tahun) asal Kelompok terbang (Kloter) Surabaya (SUB) 48, laki-laki, Probolinggo 3 Mei 1964, maktab 2, nomor paspor B1467965.
Kemudian, Syaiyah Syahir Abdul Gafar (50 tahun) asal Kloter Batam (BTH) 14, maktab 1, nomor paspor A2708446. Syaiyah berasal dari Pontianak, Kalimantan Barat.
Peristiwa ini masih meninggalkan tanda tanya. Apakah ada faktor lain selain saling dorong yang memicu tragedi itu.
Demi menjawab pertanyaan tersebut, Otoritas Arab Saudi segera bergerak. Mereka memutuskan membentuk tim investigasi untuk menyelidiki lebih dalam peristiwa memilukan ini.
"Menteri Dalam Negeri Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Naif, telah memimpin rapat darurat yang melibatkan semua pihak terkait. Dan dalam rapat tersebut telah dibahas penyebab peristiwa dan prosedur penanganannya," kata Direktur Perlindungan WNI dan Bantuan Hukum Indonesia Lalu Muhamad Iqbal, Jumat (25/9/2015).
"Telah diputuskan untuk membentuk tim investigasi untuk menyelidiki penyebab peristiwa dimaksud dan melaporkan hasilnya kepada Raja Salman," sambung dia.
Musibah yang terjadi di Mina, Arab Saudi, Kamis 24 September 2015, menjadi yang terparah kedua dalam kurun waktu seperempat abad sejak 1990. Selain korban meninggal dunia, hingga pukul 20.11 WIB atau pukul 16.11 waktu Arab Saudi, tercatat 800 jemaah haji lainnya luka-luka.
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyebutkan, dalam tragedi itu 3 jemaah haji Indonesia turut menjadi korban.
Korban meninggal yang sudah bisa dikenali adalah Hamid Atwi Tarji Rofia (51 tahun) asal Kelompok terbang (Kloter) Surabaya (SUB) 48, laki-laki, Probolinggo 3 Mei 1964, maktab 2, nomor paspor B1467965.
Kemudian, Syaiyah Syahir Abdul Gafar (50 tahun) asal Kloter Batam (BTH) 14, maktab 1, nomor paspor A2708446. Syaiyah berasal dari Pontianak, Kalimantan Barat.



